- Usai Selesaikan Lawatan ke Rusia dan Prancis, Prabowo Tiba di Indonesia
- Vatikan dan Vietnam Perkuat Hubungan Dengan Kunjungan Paus
- Korsel Peringatkan Warganya soal Kriminalitas di Bali
- Kasus Tewasnya WNI di Australia, Polisi Tangkap Pria 67 Tahun
- Sugianto, PMI Penyelamat Lansia Dapat Apresiasi dari Pemerintah Korsel
Bocah Dianiaya Guru Ngaji, Polisi Turun Tangan
POTRET BERITA — Kasus kekerasan terhadap anak kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah video memperlihatkan dugaan penganiayaan oleh seorang guru ngaji di Kota Probolinggo, Jawa Timur, viral di media sosial.
Dalam rekaman singkat tersebut, pelaku terlihat membanting seorang anak yang diketahui merupakan muridnya sendiri.
Peristiwa ini mencuat setelah video berdurasi sekitar 15 detik beredar luas. Aksi tersebut memicu kecaman publik karena korban masih berusia di bawah umur.
Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polres Probolinggo Kota oleh seorang warga berinisial S pada Kamis (19/3).
Kronologi Kejadian di Musala
Insiden kekerasan itu terjadi di sebuah musala di wilayah Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, pada Senin (9/3) sekitar pukul 22.00 WIB.
Korban berinisial MFR (9) diduga menjadi sasaran kekerasan setelah tidak sengaja menggores mobil milik seorang kiai berinisial AZK saat mengendarai sepeda.
Pelaku yang merupakan guru ngaji korban, berinisial SHL, kemudian diduga meluapkan emosi hingga melakukan tindakan kekerasan tersebut.
Kasatres PPA dan PPO Polres Probolinggo Kota, Rini Ifo Nila, membenarkan adanya laporan tersebut.
Pihak kepolisian telah memeriksa korban, pelapor, serta sejumlah saksi untuk mengumpulkan keterangan awal terkait peristiwa tersebut.
Selain itu, polisi juga mengumpulkan berbagai alat bukti, termasuk rekaman video yang viral di media sosial.
Korban Jalani Visum
Untuk memperkuat proses penyidikan, korban telah menjalani pemeriksaan medis atau visum di RSUD dr Saleh.
Hasil visum ini nantinya akan menjadi bagian penting dalam pembuktian dugaan kekerasan fisik yang dialami korban.
Polisi memastikan akan segera memanggil terlapor untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari proses penyidikan guna mengungkap secara jelas kronologi kejadian serta menentukan langkah hukum berikutnya.
Kasus Kekerasan Anak Jadi Perhatian Serius
Peristiwa ini menambah daftar kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di lingkungan pendidikan nonformal.
Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk menangani kasus ini secara serius, sekaligus mengingatkan pentingnya perlindungan terhadap anak di segala lingkungan.
